Minggu, 18 Januari 2026

14 Goweser Legendaris Songsong Keberkahan Bulan Sya'ban





Syahdan...!!! Empat belas goweser legendaris RW-10 Antapani Kidul kembali tampil cadas dan penuh percaya diri. Kali ini tampil guna menyongsong akan hadirnya bulan Sya'ban yang tak kurang nilai keberkahannya dibanding bulan Rajab yang segera akan kita tinggalkan.

Walaupun goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) hampir seluruhnya  berusia diatas 60 tahun, namun soal ngaboseh sapedah, alamak..! Mereka bagai Toyota Kijang, "Tiada Duanya".

Adapun Empat Belas Goweser Cadas dan Pemberani itu adalah:

1. Kang Yaya Sunarya (Ketua RW-10 Ankid)
2. Kang Hasan Munawar (Ketua DKM Al-Muhajirin)
3. Kang Nana Suryana (Humas & IT DKM dan RW-10)
4. Kang Isa Subarsa (Bendahara RW-10)
5. Kang Bubun
6. Kang Irsan
7. Kang Saptono
8. Kang Purnomo
9. Kang Yopie
10. Kang Roni
11. Kang Dwi
12. Kang Iskandar
13. Kang Abidin
14. Kang Muryono

Semangat kaum goweser NKRI itu tampaknya perlu diacungi jempol. Sejak dilakukan start di Lapangan JMM (Jl. Jayapura-Merauke-Manokwari), pada Sabtu pagi (17/01/26), telah menunjukkan wajah-wajah yang penuh optimis dan sumringah. 

Walaupun waktu keberangkatan dipatok pukul 08.00 wib, tapi mereka sudah berkumpul sejak pukul 07.0 wib, rupanya mereka lebih suka terlebih dahulu berkongkow-ria, ngerumpi ngalor ngidul guna melepas  dahaga silaturahmi. 

Pukul 07.30 wib kita pun berangkat menyusuri jalan-jalan kenangan masa bergowes yang lalu. Alhasil, ada seorang goweser yang tertinggal, Uda Rusdi.

"Koq, saya ditinggal katanya berangkat jam 08.00 wib," kata Uda Rusdi melalui pesan WAG bagai menunjukkan kekesalannya.
"Jadi jalurnya kemana nih, saya kejar ke Alun-Alun koq gak ketemu," tambahnya.
"Kearah Dago," kata Kang Yaya melalui balasan pesan WA-nya.

Rupanya apes yang dialami Uda Rusdi itu pernah juga dialami Kang Sopro dan Kang Saptono pada gowes sebelumnya. Tak mengapa. Barangkali itu sudah menjadi qadarullah harus terjadi seperti itu. Tentu saja rombongan memohon maaf atas ketidaknyamanan itu. "Namun tenang saja masih ada kesempatan lainnya koq..!!" kata Kang Nana bari rada gumasep. (hehehhe.../red).

Jalur Tempuh

Adapun jalur yang ditempuh pada gowes kali ini: Antapani - Jl. Jakarta - A. Yani - Jl. Labuan - Jl Supratman - Gasibu - Dipati Ukur - Sumur Bandung - Cicendo - Pajajaran - Viaduck - Jl Aceh - Martadina (Riau) - A. Yani - Ibrahim Adji - Ters. Jakarta - Antapani. Total jarak tempuh sekitar 25 KM.

Istirahat Pertama di Informa A. Yani (berfoto), Istirahat Kedua di depan UNPAD (berfoto), Istirahat Ketiga di depan Gasibu (Kantor Gubernur/berfoto), Istirahat Keempat Jl Pajajaran (menikmati kuliner).

Sate Pajajaran Legendaris

Untuk kuliner jalanan diputuskan menikmati Sate Jl Pajajaran yang legendaris. Sate Pajajaran ini merupakan langganan almurham Kang Dede Amar. Harganya murah rasanya mantul. Tapi jangan harap bisa menikmatinya di hari Minggu, karena pada hari itu tutup, sehingga muncul seloroh pedagangnya pada pergi ke Gereja, walaupun jelas mereka bukan umat kristiani.

Gugur Dua Tumbuh Satu

Dalam setiap gelaran gowes ada saja suka dukanya. Selain Uda Rusdi yang ketiban apes, juga ada dua goweser yang tidak bisa melanjutkan perjalanan. Yang pertama, goweser Kang Bubun yang terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalannya karena mendapat panggilan rapat dari rekan bisnisnya. 

Yang kedua, adalah Kang Purnomo yang juga tidak dapat menuntaskan perjalanannya sehubungan kondisi fisiknya yang tidak dapat berkompromi lagi. Tentu saja itu keputusan yang bagus daripada harus memaksakan diri yang penuh dengan resiko lain yang tidak dikehendaki.

Namun kondisi itu dapat sedikit tercerahkan dengan munculnya goweser legendaris lainnya yaitu Kang Saptono. Goweser yang satu ini menyusul rombongan dan kali ini berjumpa. Kang Saptono memang termasuk salah satu goweser kawakan yang tidak boleh dibilang kaleng-kaleng. Walau sudah sepuh tapi tangguh, anti tunduh apalagi ngeluh. 

Namun tak hanya beliau ada goweser lainnya dengan julukan pecandu tanjakan, yakni: Kang Hasan, Kang Irsan dan Kang Abidin.
Buktinya mereka berempat tak cukup  memacu "kudanya" sampai di Jl. Pajajaran. Mereka berempat melanjutkan perjalannya ke arah dago atas via Cisitu Lama yang dikenal banyak tanjakannya. Ruarr Biasa...!!

Sementara goweser para Jago Amatiran lebih suka kembali ke kandangnya di Antapani, mereka adalah: Kang Yaya, Kang Isa, Kang Dwi, Kang Roni, Kang Nana, Kang Yopie dan Kang Muryono. Sementara Kang Iskandar yang juga goweser kawakan kabarnya menemui saudaranya di Jl Pajajaran.

Menyongsong bulan Sya'ban

Gowes kali ini juga dalam upaya untuk menggapai keberkahan Bulan Sya'ban. Mencoba fokus pada persiapan spiritual menyambut Ramadhan. Di bulan Sya'ban memang dianjurkan dengan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa dan istighfar (terutama di malam Nisfu Sya'ban).

Selain itu memperbanyak bershalawat (karena perintahnya diturunkan di bulan ini), serta memperbanyak sedekah dan memperbaiki hubungan sosial (silaturahmi). Tentu saja ini merupakan momentum terbaik guna membersihkan diri dan meningkatkan ibadah.

Adapun anjuran amalan utama di Bulan Sya'ban, yakni: Memperbanyak Puasa Sunnah: Amalkan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah) sebagai latihan sebelum Ramadhan, seperti teladan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Meningkatkan Interaksi dengan Al-Qur'an: Perbanyak tilawah dan tadabbur (membaca dan memahami) Al-Qur'an, menjadikannya bulan "Syahrul Qurra'" (Bulan para Ahli Qur'an).

Malam Nisfu Sya'ban: Manfaatkan malam pertengahan Sya'ban untuk memperbanyak doa, sholat sunnah, dan istighfar karena Allah SWT mengampuni dosa dan melimpahkan rezeki.

Memperbanyak Shalawat: Perintahkan diri untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena ayat perintah shalawat diturunkan di bulan Sya'ban, yang membawa banyak keutamaan.

Melakukan dzikir untuk menenangkan hati dan istighfar untuk memohon ampunan atas segala khilaf. Memperbanyak sedekah sebagai latihan kedermawanan dan amal sosial, karena amal di bulan ini diangkat ke langit. Serta memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama sebagai bagian dari pembersihan hati dan persiapan diri.

Adapun Keutamaan dan Hikmahnya

1. Bulan Persiapan: Sya'ban adalah waktu emas untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik menyambut Ramadhan.
2. Pengangkatan Amal: Bulan ini adalah waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT.
3. Pembersihan Diri: Momen untuk introspeksi, membersihkan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Alhamdulillah Wasyukurillah...Gowes Menyongsong bulan Sya'ban telah berjalan dengan baik, lancar, selamat dan bahagia, yang tentu saja diharapkan akan membawa keberkahan bagi seluruh gowesernya.

Rencana Motor Biker Touring Jilid-V

Untuk bulan Depan direncakan untuk menggelar Motor Biker Touring Jilid-V. Kalau tak ada aral melintang direncanakan berangkat pada Sabtu, 14 Februari 2026. Tujuan dan lokasi Touring ke Cipanjalu Ciamis menuju Vilanya pak RW yang persis berada di bibir Danau Cipanjalu. Sementara untuk acara mancing selain di Cipanjalu juga direncanakan di Kolam Ikan Ketua DKM di Ciamis, Rumah Kang Hasan Munawar di Ciamis, Semoga rencana ini dapat terealisasi dengan baik...Cag ach...!!!(***/knana/jurnalis/kisunda-10).



















Sabtu, 27 Desember 2025

14 Goweser NKRI Tampil Memberi Makna Akhir Tahun MAsehi


Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Ilahi Rabbi,  atas limpahan rahmat karunia, taufik dan hidayahnya kita dapat bersilaturahmi dalam kondisi sehat walafiat guna menggelar gowes bersama dalam upaya memberi makna pada akhir tahun masehi 2025.

Syahdan, 14 goweser NKRI RW-10 Antapani Kidul tampil dengan gagah berani dan penuh percaya diri menunjukkan nyalinya dalam menjelajah Bandung Timur dengan sepeda andalannya masing-masing. 

Mereka adalah: Foto Atas: Kang Tisna, Kang Bubun dan Kang Dwi. Foto Bawah: Kang Nana, Kang Abidin, Kang Iskandar, Kang Muryono, Kang Isa, Kang Yaya, Kang Purnomo dan Kang Yopie. (Tidak tampak: Kang Roni sebagai Juru Potret, serta Kang Saptono dan Kang Sopro yang terpisah dari kelompok (ada apakah?).

Alkisah, Kang Saptono sendiri terpisah dari kelompok kabar dari yang bersangkutan bahwa rantai sepedanya terputus. Setelah selesai diperbaiki telah mencoba mengejar ketertinggalannya namun apadaya telah kehilangan iringan group hingga dengan terpaksa harus balik arah gowes sendiri ke arah Ciumbuluit.

Sementara yang terjadi dengan Kang Sopro karena agak terlambat bergabung saat start kemudian mencoba menyusul iringan group. Tapi karena tak ditemukan batang sepeda rombongannya, akhirnya  memprediksi kemungkinan iringan group ke arah Al-Jabbar dan Summarecon. Arahnya sudah benar namun Pak Sopro rupanya masih kurang beruntung karena prediksinya meleset dan harus terpaksa bergowes sendirian. Tentu saja kami memohon maaf atas ketidaknyamanan kepada kedua goweser ini.

Fokus pada empat hal

Gelaran gowes kali ini memang agak istimewa terutama difokuskan pada empat hal. Pertama, memperkokoh ajang silaturahmi komunitas goweser rw-10.

Kedua, sebagai pernyataan rasa syukur dan melakukan tafakur kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang telah menganugerahkan kesehatan dengan oksigen secara gratis yang telah kita nikmati selama ini. 

Ketiga, sebagai perwujudan rasa syukur lingkungan kita terselamatkan oleh gempuran berbagai macam musibah di berbagai tempat. 

Keempat, sebagai salah satu ikhtiar untuk tetap menjaga kebugaran tubuh, maklum sudah dalam kategori lansia. 

Dan kelima, sebagai upaya memberi makna pada akhir tahun masehi 2025.

Oleh karena itu, seperti yang disampaikan Ketua RW-10, Kang Yaya Sunarya, marilah kita jaga kesinambungan event ini minimal sebulan dua kali. Kita nikmati aktivitasnya dengan penuh rasa syukur, bersemangat dan tetap terjaga bahagia.

Teungteuingeun

Jalur yang ditempuh gowes kali ini memang mengarah ke Bandung Timur. Mulai dari Antapani - Cingised - Cinambo - Bypass Soeta - Jl. Industri - Panghegar - Cisaranten Kulon - Cisaranten Baru - Arcamanik - Antapani, dengan Jarak tempuh sekitar 14 Km.

Pemandu jalan dilakukan oleh pak RW sendiri. Hanya saja meuni "teunteuingeun" selama perjalan itu hanya beristirahat sekali saja saat akan foto bersama di sekitaran jalan rumahsakit. Goweser paling belakang teriak-teriak minta istirahat pun tak digubris karena jaraknya yang terlanjur jauh.

Kuliner jalanan legendaris

Kuliner jalanan yang sempat disatroni kali ini adalah tempat legendaris Warung Pecel Asli Madiun II di Jl. Raya Arcamanik. Pecel Madiun di tempat ini enaknya memang diatas rata-rata. Bumbunya yang lekoh melumuri nasi dan sayurannya dipadu dengan telor dadar atau telur asin telah sanggup memberi kepuasan tersendiri kepada para goweser yang tampak sudah mulai pucat akibat perutnya yang "keroncongan".

Memaknai Akhir tahun Masehi

Goweser kali ini memang salah satunya difokuskan guna memakna akhir tahun Masehi. Tentu saja ini pun merupakan momentum penting untuk evaluasi diri (muhasabah). Antara lain sebagai refleksi atas amal perbuatan, dan perencanaan untuk perbaikan di masa depan, baik secara duniawi maupun spiritual. 

Selain diharapkan lebih fokus pada peningkatan ibadah dan ketaatan, serta mempersiapkan bekal untuk akhirat. Tentu saja bukan sekadar euforia, tetapi ajakan untuk memperbarui niat dan menjalani hidup lebih bermakna sebagai persiapan menghadapi kematian dan kehidupan abadi.

Dalam Islam, apakah Tahun Islam 1 Muharram atau tanggal 1 Masehi, memiliki perspektif tersendiri yakni membuka lembaran baru yang menekankan  pada muhasabah guna memperbaiki kekurangan dan memperkuat iman, untuk mencapai husnul khatimah (akhir yang baik). Tentu saja dengan cara mengikuti perintah Allah Subahanu Wata'ala dan menghindari laranganNya.

Donasi rereongan

Mulai gowes kali ini kami menghidupkan kembali budaya donasi rereongan. Setiap goweser memberikan donasi seikhlasnya. Dari seluruh peserta Goweser terkumpulah dana sebanyak Rp 310 ribu rupiah. Alhamdulillah Masyaallah Tabarakallah, Insyaallah memberi keberkahan untuk semuanya. Donasi dari kita, oleh kita untuk kita telah teresalisasi dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan.

Akhirnya ucapan terimaksih kepada seluruh peserta goweser NKRI, Insyaallah tahun depan pada pertengahan Januari 2026 event membahagiakan ini akan digelar kembali. Cag, Ah..!! (//nas/jurnalis/kisunda-10).

Foto Dokumentasi Lainnya:

















 sebagai sarana transformasi spiritual dan peningkatan kualitas hidup.

Senin, 08 Desember 2025

Luar Biasa!!!! 20 Goweser NKRI Turut Ambil Bagian...









"Rekan-rekan Goweser yang luar biasa...Semangat Pagi!!!Mari kita buktikan pada dunia bahwa Goweser NKRI RW-10 Antapani Kidul masih tetap eksis dan siap berkiprah kembali."

Demikian teriakan Kang Nana mengawali acara di depan barisan goweser sebelum berangkat di Lapangan JMM (Jalan Jayapura-Merauke-Manokwari), pada Sabtu pagi, pukul 07.30 wib (06/12).

Rekan-rekan sekalian, ucap Kang Nana, kegiatan ini bisa tetap eksis di lingkungan kita, tak bisa dilepaskan dari peran aktif Kang Dede Amar (almarhum). Beliau sebagai motor penggerak yang penuh dedikasi, perhatian dan komitmennya dalam menjalin dan menggerakan pelbagai aktivitas di lingkungan RW-10 Antapani Kidul.

Walaupun saat itu kapasitas beliau sebagai pejabat Ketua PGRI Jawa Barat, namun masih tetap bersedia menjadi Ketua RW-10. Berkomitmen sebagai penjaga toleransi keberagaman dan keberagamaan di lingkungan kita. Bahkan begitu intens dalam membina warga melalui pelbagai kegiatan seperti terbentuknya Goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi), Motor Bike Touring, serta kepeduliannya dalam menata dan membangun di lingkungan RW-10 Antapani Kidul.

Untuk itu, lanjutnya, pada kesempatan ini marilah kita sampaikan doa terbaik untuk almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisiNya, diterima seluruh amal baiknya dan diampuni segala dosa dan kekhifannya.(Seluruh goweser pun menundukan kepala untuk mengheningkan cipta mengirimkan do'a kepada beliau).

Memang luar biasa...!!!

Seperti yang disampaikan Ketua RW-10, Kang Yaya Sunarya, dalam kesempatan sambutannya, beliau merasa bangga dan sangat berterima kasih atas semangatnya dalam menjalin silaturahmi melalui kegiatan Sepeda Santai ini.

"Saya sangat senang dan bangga serta sangat berterima kasih atas partisipasi rekan-rekan dalam kegiatan gowes kali ini bahkan dengan jumlah peserta yang begini banyak. Namun yang lebih bangga lagi bagi saya adalah semangatnya untuk bersilaturahmi. Semoga saja kegiatan ini tetap eksis, berlanjut dan teragendakan secara rutin setiap dua minggu atau setidaknya sebulan sekali," ucap Kang Yaya.

Beberapa goweser pun sepakat bahwa gowes munggaran di penghujung bulan tahun ini memang "Ruaarr Biasa..!!" Dengan diikuti 20 Goweser NKRI RW-10 Antapani Kidul Bandung, boleh dibilang telah mencetak peserta rekor terbanyak selama gowes digelar selama lima tahun terakhir.

Sudah pasti ini adalah komunitas goweser yang bijak, peduli dan bernyali. Walau sudah vakum atau jeda nyaris setahun, namun tak meluluhlantakan semangatnya untuk turut ambil bagian, guna memacu kembali sisa-sisa adrenalin terpendam.

Berikut adalah 20 Goweser yang turut ambil bagian:

1. Kang Yaya Sunarya (Ketua RW-10)
2. Kang Isa Subarsa (Bendahara RW-10)
3, Kang Yopie (Kabid Pemuda dan Olga)
4. Kang Nana Suryana (Kabid Infokom dan Media)
5. Kang Purnomo (Kabid Pembangunan)
6. Kang Tisna (Kabid Hukum dan Konsultasi)
7. Kang Bubun S (Kabid Dana & Sponsorship)
8. Kang Mumu (Penasihat DKM Almuhajirin)
9. Kang Rusdi (Bid Perencanaan Pembangunan)
10. Kang Ali
11. Kang Dwi
12. Kang Muryono
13. Kang Iskandar
14. Kang Iman Wagiman
15. Kang Wagiman
16. Kang Abidin
17. Kang Ronny JA (Ketua RT-6)
18. Kang Irsan
19. Kang Saptono
20. Kang Usman (Sekuriti).

Perubahan Trek

Sedianya jalur yang akan ditempuh cukup di seputaran Antapani, Arcamanik dan Berputar di Sport Jabar. Pertimbangannya karena sudah terlalu lama tidak bergowes lagi. Apalagi pesertanya yang memang rata-ratanya sudah lansia atau diatas 60 tahun.

Namun rupanya trek itu tak begitu menantang, karena terlalu dekat dengan daya tempuh yang terlalu sebentar. Apalagi Kang Mas Rochadi, Cheff Gule Kepala Kambing mewanti-wanti agar sedapatnya kembali ke titik kumpul sekitaran jam 10-an.

Pak RW-10 jauh-jauh memang sudah berniat jika gowes digelar kembali akan memberikan jamuan makan bagi seluruh goweser. Gule Kepala Kambing melaui olahan Cheff Pakde Rochadi memang pilihan tepat dalam memberikan jamuan. Maklum kelejatan gule olahannya sudah terlanjur viral di lingkungan RW-10.

Sebelum berangkat untuk keselamatan dan keberkahannya, disampaikan lantunan do'a oleh Kang Mumu Romli dalam kapasitas beliau sebagai Penasihat Pengurus DKM Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul.

Ada pun perubahan jalur tempuh akhirnya diarahkan ke kota Bandung. Start dari Antapani-Jalan Jakarta-Jalan Ahmad Yani-Jalan Asia Afrika-Jalan Otista-Taman Tegalega-Tentara Pelajar-Gatot Subroto-Kiaracondong-Babakansari-dan finish kembali di Antapani. Dari start sampai finish menempuh jarakm sekitar 25 km dengan memakan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan melakukan tiga kali rehat yakni di Informa Gatot Subroto, Depan Hotel Homan dan Taman Tegalega.

Ada apa di Bulan Desember?

Lalu mengapa harus digelar di bulan Desember tahun 2025 ini? Barangkali secara kebetulan saja dalam bulan Desember ini ada begitu banyak tanggal penting secara nasional dan internasional.

Setiap negara tentu memiliki hari nasionalnya sendiri, termasuk Indonesia. Walaupun, hari nasional ini tidak selalu merupakan hari libur. Selain hari nasional, ada juga hari yang diperingati dan dirayakan secara global yang disebut sebagai hari internasional.

Sekedar info saja bahwa di bulan Desember 2025 ini ada sederet tanggal penting nasional dan internasional. Berikut informasi lengkapnya:

Tanggal Penting Hari Nasional

3 Desember 2025 (Rabu): Hari Bakti Pekerjaan Umum
4 Desember 2025 (Kamis): Hari Artileri Nasional
9 Desember 2025 (Selasa): Hari Armada Republik Indonesia
12 Desember 2025 (Jumat): Hari Transmigrasi
13 Desember 2025 (Sabtu): Hari Nusantara
15 Desember 2025 (Senin): Hari Juang Kartika TNI-AD
19 Desember 2025 (Jumat): Hari Bela Negara, Hari Trikora
20 Desember 2025 (Sabtu): Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional

Selain peringatan nasional, Desember 2025 juga memiliki banyak peringatan internasional yang tidak kalah penting, di antaranya:

1 Desember 2025 (Senin): Hari AIDS Sedunia, Hari Dukungan Perempuan Internasional
2 Desember 2025 (Selasa): Hari Internasional Penghapusan Perbudakan, Hari Pencegahan Polusi Sedunia, Hari Konvensi Ikan Paus, Hari Literasi Komputer Sedunia
3 Desember 2025 (Rabu): Hari Disabilitas Internasional
4 Desember 2025 (Kamis): Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Hari Perbankan Internasional
5 Desember 2025 (Jumat): Hari Sukarelawan Internasional, Hari Tanah Sedunia
7 Desember 2025 (Minggu): Hari Penerbangan Sipil Internasional
9 Desember 2025 (Selasa): Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA), Hari Peringatan Internasional dan Martabat Korban Kejahatan Genosida serta Pencegahan Kejahatan Ini, Hari Kesehatan Hewan Sedunia
10 Desember 2025 (Rabu): Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, Hari Hak Hewan Internasional
11 Desember 2025 (Kamis): Hari Gunung Internasional
12 Desember 2025 (Jumat): Hari Netralitas Internasional, Hari Jaminan Kesehatan Universal Internasional
18 Desember 2025 (Kamis): Hari Migran Internasional
19 Desember 2025 (Jumat): Hari Kerjasama Selatan-Selatan
20 Desember 2025 (Sabtu): Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional
25 Desember 2025 (Kamis): Hari Raya Natal
31 Desember 2025 (Rabu): Hari Meditasi Perdamaian Dunia.

Demikian ulasan kegiatan Komunitas Gowes RW-10 Antapani Kidul. Alhamdulillah penyelenggaraan telah berjalan dengan lancar jaya, penuh semangat dan berbahagia. Begitupun jamuan gulenya kepala kambingnya yang telah sanggup memuaskan selera penikmatnya. Matur suwun Pakde Rochadi atas jamuan gulenya. Insyaallah membawa keberkahan bagi Pakde sekeluarga.

Demikian pula ucapan terimakasih dari pak RW kepada seluruh peserta gowes. "Sampai jumpa di event berikutnya...Salam sehat dan tetap bahagia," tandasnya.
(kisunda-10/jurnalis/nana/1225)

























Senin, 15 Juli 2024

Gowes Kenang Kang Damar...Cari SBKHDKI Gak Ketemu...Dijamu Gule Kepala Kambing

 



Sebelas goweser partisipan

Gowes kali ini memang berbeda. Ada sejumput kesedihan dan rasa kangen yang mendera. Kami, kaum goweser NKRI RW-10 masih merasa kehilangan sosok pemimpin yang di komunitas kami mendapat julukan sebagai Dedengkot Gowes dan Touring Biker. Dedikasinya begitu kuat dipadu dengan disiplin yang ketat menjadikannya sebagai sosok pemimpin yang dapat dijadikan panutan. Beliau tak lain adalah Almarhum Drs.H. Dede Amar, M.M.Pd yang panggilan akrabnya Kang Damar, wafat pada 03 Juni 2024 silam.

Untuk itulah pada Ahad, 14 Juli kemarin, kami berkehendak untuk sekedar mengenangnya. Maklum, beliau adalah penggerak dan pendobrak pelbagai aktivitas kemasyarakatan di lingkungan RW-10. Tidak terkecuali dalam aktivitas gowes. Terkenang oleh kami setiap kegiatan gowes beliau selalu datang terlebih dahulu di Gazeboo Pojok Toleransi menunggu peserta lain berdatangan.

"Memang masih terkenang dan terbayang dalam ingatan kami beliau duduk sendirian, yang mungkin sebelum jam 07.00 pagi sudah datang, tak jarang membawa oleh-oleh makanan dari hasil kunjungan kerja beliau ke pelbagai daerah dalam kapasitas beliau sebagai Ketua PGRI Jabar," kata pak RW-10 Yaya Sunarya yang memang posisi saat ini sebagai pejabat pengganti RW-10 yang sebelumnya dijabat oleh Kang Damar.

Kami 11 orang goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) terpanggil untuk mengikuti gowes bareng mengenang Kang Damar. Kami adalah: Kang Yaya (Pak RW-10 yang kini dianugerahi gelar sebagai Gegedug Gowes NKRI RW-10), Kang Isa, Kang Bubun, Kang Purnomo, Kang Rusdi, Kang Yopie, Kang Iman Wagiman, Kang Irsan, Kang Dwi, Kang Aam, dan Kang Nana.

Lalu kemana kami menempuh perjalanan? Ya, tetap dalam upaya mengenang jalur tempuh sebelumnya bersama Kang Damar. Berangkat dari kandang kami di Postol Antapani menyusuri jalur-jalur utama kota: Seperti melindas jalanan Ahmad Yani, menggilas jalan Asia Afrika hingga merangsek jalan Astana Anyar lalu mengobrak-abrik masuk ke lapangan Tegallega.

Menyoal masuk lapangan Tegallega sesungguhnya punya maksud tersendiri. Kang Bubun punya niatan untuk mentraktir sarapan pagi sekedar guna meningkatkan stamina. Kami mencari jenis makanan itu sampai beberapa jalan utama kota Bandung. Tapi subhanallah makanan itu gak ketemu sampai kami kembali pulang. Makanan yang kami cari itu adalah sebuah tenda yang bertuliskan SBKHDKI (Sedia Bubur Kacang Hijau Dan Ketan Item). Nihil alias Zonk.

Karena penasaran Kang Nana iseng bertanya ke Kang Isa.
"Kang Isa ari tukang bubur kacang pada kemana ya?," katanya
"Rupina mah tos parangsiun, kapangaruhan ku sinetron preman pensiun."
"Baruk kutan kitu..." gereyem kang Nana bari mikir da ngarasa dibohongan.

Biasanya di sela-sela gowes kami menyempatkan diri untuk kuliner. Kalau ke Tegallega biasanya kami menikmati kuliner Ketupat Kari Sapi yang berlapak disamping Lapang Tegallega yang diakui enaknya gak kira-kira. Namun kali ini berbeda karena kebetulan ada anggota goweser yakni Pakde Rochadi yang tengah berulang tahun ke-76 
 yang akan menyiapkan makan besar Gule Kepala Kambing. Sebelumnya Pakde memang telah memberikan sinyal agar jangan jajan di jalan, karena kepulangannya akan disambut dengan makan besar.

Tentunya saja semua goweser pada sumringah mengingat gule kepala kambing hasil chef Pakde Rochadi sulit dikalahkan oleh pegule lainna. Dan memang telah terbukti ketika kami telah sampai di rumah beliau di Jalan Dili No. 29 Ankid kami menikmati gule hulu jeung cokor embe anu sakitu gurihnya. Karuan saja Kang Irsan berkomentar: "Nikmat mana  lagi yang engkau dustakan", katanya menyitir petikan Surat Ar Rahman yang yang ditulis dalam Alquran secara berulang sebanyak 31 kali. Saat menikmati gule kami pun menerima kehadiran undangan dari pakde antara lain: Kang Mumu, Kang Budi, Kang Ernan, Kang Agus Anang, Kang Achmad, Kang Agus Pratista.

Setelah menikmati gule yang gurih bin nikmat itu kami pun mulai membubarkan diri. Tak lupa kami semua menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun ke-76 ke Pakde Rochadi (Masaallah suatu usia yang panjang dan berkah). Barakallahu fii umrik. Juga ucapan terimasih atas jamuan makannya, Insyaallah berkah dengan balasan pahala yang berlimpah. Cag ah..!!(jurnalis kisunda-10/nana/ankid/rw10)

















14 Goweser Legendaris Songsong Keberkahan Bulan Sya'ban

Syahdan...!!! Empat belas goweser legendaris RW-10 Antapani Kidul kembali tampil cadas dan penuh percaya diri. Kali ini tampil guna menyongs...