Senin, 13 April 2026

Inti Halal Bi Halal di RW-10: "Berlapang Dada Saling Memaafkan..."

 

Ketua RW-10, Drs. H. Yaya Sunarya
Saat Menyampaikan Sambutan

Almukarom Al-Ustadz Maulana Muhammad Ahsan Muta'syim Billah
Menyampaikan Tausyiah Berbumbu Humoris


"Saling bermaafan antara suami dan istri adalah kunci utama untuk membangun hubungan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan langgeng. Dalam dinamika rumah tangga, konflik atau perilaku yang menyakiti, baik disengaja maupun tidak disengaja seringkali terjadi, sehingga sikap lapang dada untuk saling memaafkan penuh keikhlasan sangat krusial. Inilah sesungguhnya inti makna dari halal bihalal. Jadi yang terpenting adalah saling bermaafan antara suami istri, dengan saudara serta dengan tetangga sebagai keluarga terdekat kita."

Demikian disampaikan  Almukarom Ustadz Maulana Muhammad Aksan Muta'syim Billah, Lc., dalam tausyiahnya pada kegiatan Halal Bihalal di lingkungan RW-10 Antapani Kidul, Antapani Bandung, bertempat di halaman belakang Masjid Al-Muhajirin, pada Sabtu Pagi (11/4/2026).

Menurut Ustadz Maulana, halal bihalal adalah tradisi khas umat Islam Indonesia yang biasanya dilaksanakan paska Ramadhan (Idul Fitri) atau di bulan Sawal untuk bersilaturhami saling bermaaf-maafan sekaligus dalam upaya menyucikan hati.

Jadi sesungguhnya, tandas Pimpinan Pesantren Miftahul Ulum Cipatat ini, bahwa makna dan esensi Halal Bihalal merupakan silaturahmi guna memperkuat tali persaudaraan dan keharmonisan antar sesama. Dalam arti berupaya untuk saling memaafkan sehingga dapat mengubah hubungan yang sebelumnya renggang/khilaf/berdosa menjadi halal kembali. Kegiatan ini dipandang efektif atau sebagai momentum guna menyatukan berbagai golongan, baik di lingkungan keluarga, lembaga, maupun masyarakat.

Menurut sejarahnya, tandas ustadz humoris ini,  kegiatan halal bihalal dipopulerkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1948 sebagai saran kepada Bung Karno untuk mengumpulkan tokoh politik yang saat itu berselisih. Halal bihalal adalah wujud perpaduan antara ajaran Islam tentang pentingnya memaafkan sebagaimana dalam Surat Al-Hujurat Ayat 10 serta serta dalam beberapa hadist untuk saling memaafkan sebagai bagian dai sebuah kearifan budaya lokal Indonesia.

Apresiasi Ketua RW-10 kepada Warga

Sementara Ketua RW-10, Antapani Kidul, Drs. H. Yaya Sunarya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal yang kita agendakan secara rutin setiap tahun ini merupakan salah satu upaya mempererat jalinan silaturahmi untuk saling bermaafan dengan penuh keikhlasan, baik antara pengurus RW dengan Warganya maupun sesama warga RW-10.

Alhamdulillah, tuturnya, momentum halal bihalal ini telah dimanfaakan dengan sangat baik oleh Warga RW-10 untuk saling peduli dan menjaga kebersamaan. Dan yang sangat menggembirakan dapat dihadiri oleh hampir seluruh warga RW-10. Untuk itu saya atas nama Pengurus RW-10 menyampaikan apresiasi dan  ucapan terimakasih atas support dan atensi warga RW-10 untuk menghadirinya.

Saya juga atas nama Pengurus RW-10 mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua DKM Al-Muhajirin, Bpk H. Hasan Munawar beserta jajaran pengurusnya. Juga tidak lupa ucapan terima kasih kepada seluruh Pantia HBH 1447-H tahun 2026 yang turut terlibat dalam kegiatan ini sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Efek kerja keras dan cerdas

Sementara itu, Ketua Panitia HBH 1447-H Tahun 2026, H. Dedi Kadarusman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bi Halal ini memang dipandang sebagai momentum sangat tepat untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan serta saling bermaafan antara warga. 

Untuk menjalin rasa akebersamaan inilah pengurus RW-10 sengaja menyelenggarakan kegiatan halal bihalal ini. Dan alhamdulillah kegiatan telah berjalan sesuai harapan. 

Kang Dedi Kadarisman dalam kapasitas sebagai ketua panitia dan Kang H. Nana Suryana sebagai Pemandu Acara (MC), mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja dengan keras dan cerdas. 

Terimakasih kepada Ibu-Ibu PKK RW-10 yang telah melayani para tamu undangan dengan sangat baik dengan konsumsi yang mengundang selera. Juga terima kasih kepada Ust. Haris yang telah membawakan ayat suci Al-Qur'an, serta  kepada Owner Baso Terbang yang cita rasanya sungguh maknyus. Kebetulan kantornya berdomisili di lingkungan RW-10 sehingga dapat mensupport kami dengan tarif promo  bersahabat. 

Akhirnya kami memohon maaf apabila dalam penyelenggaraannya terdapat kekurangan.
(jurnalis/kisunda/nanas/12042026)


Foto-Foto Dokumentasi:


Dari kiri ke kanan: Ketua RW-10 H. Yaya Sunarya,
Ustadz MaulanaMuhammad Ahsan,
Ketua DKM Almuhajirin H, Hasan Munawar
dan Bendahara RW-10 H. Isa Subarsa

Ketua Panitia, H. Dedi Kadarisman,
saat menyampaikan laporan

Kang H, Nana Suryana bertindak sebagai
Pemandu Acara (MC)

Ibu-Ibu PKK RW-10 sebagai Penitia
Melayani konsumsi para tamu dengan sangat indah


































Minggu, 08 Februari 2026

17 Goweser NKRI Gembira Sambut Datangnya Ramadhan








Bahagia menyambut Ramadhan adalah wujud keimanan. Terutama di bulan suci ini dipandang sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Kegembiraan menyambut Ramadhan, sungguh bagai menanti tamu agung. Boleh jadi buah Ramadhan dapat mengharamkan jasad dari api neraka. 

Tentu saja untuk menghadapinya membutuhkan persiapan mental dan fisik. Bahkan  sangat dianjurkan guna memaksimalkan ibadah puasa dalam upaya meraih ketakwaan sempurna.

Untuk itulah 17 goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) RW-10 Antapani Kidul turut menyambutnya dengan penuh antusias dan kegembiraan. Para goweserpun tampak telah siap secara fisik dan mental ketika berbaris di Lapangan JMM (Jayapura-Manokwari-Merauke) pada Minggu Pagi (08/02).

Bahkan momentum inipun menjadi spesial ketika dibumbui dengan acara Munggahan bertempat di Cafe Pojok 46 (Waroeng Pojok 46), Jl. Balikpapan 46-48 yang notabene sebagai tempat finish para goweser.

Cafe Pojok 46 milik Putri pak Bubun ini memang sejak awal telah mengikrarkan untuk menjadi shohibul bait dengan memberikan jamuan cuma-cuma kepada para goweser. Kebersamaan yang kental dengan ajang silaturahmi ini memang sangat ideal bertempat di Cafe Pojok 46 ini. Apalagi suguhan hamburger, lontong bumbu ala Cibadak, tempe mendoan dan pelbagai minumannya turut menyemarakan suasana bersilaturahmi.

Makna Munggahan

Munggahan sendiri merupakan warisan budaya Islami masyarakat Sunda yang sangat kaya akan nilai-nilai sosial dan spiritual. Tradisi ini memperkuat ikatan kekeluargaan, membersihkan hubungan antar manusia (hablum minannas), dan menjadi "lompatan awal" yang positif untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

Singkatnya Munggahan merupakan spiritual cleansing dan family bonding ala Sunda untuk menyambut Ramadhan.

Adapun Ke-17 Goweser Lansia Pantang Mundur itu adalah:

1. Kang Yaya Sunarya (Ketua RW-10)
2. Kang Hasan Munawar (Ketua DKM Al-Muhajirin)
3. Kang Isa Subarsa
4. Kang Bubun S
5. Kang Sopro S
6. Kang Purnomo
7. Kang Dwi
8. Kang Yopie
9. Mas Muryono
10. Uda Rusdi
11. Kang Gingin
12. Kang Bayu
13. Kang Saptono
14. Kang Irsan
15. Kang Roni
16. Kang Wagiman
17. Kang Nana.

Rute yang ditempuh kembali ke arah timur. Dari Antapani - Cingised - Cinambo - By Pass Soeta - Jl Rmh Sakit - Jl. Cinambo - Cingised - Parakansaat - Cibodas - Cafe Pojok 46 Antapani.

Pada kesempatan ini Ketua RW-10 Ankid, Kang Yaya Sunarya, menyampaikan kegembiraannya, terutama pada gowes kali yang dilanjutkan dengan kegiatan Munggahan di Cafe Pojok 46. Kami mengucakan terimakasih kepada pak Bubun beserta keluarga yang telah menjamu kami. Insyaallah  melalui kegiatan Munggahan ini Insyaallah akan membawa Cafe Pojok 46 menjadi semakin berkah, maju dan jaya.

Selain itu, kata Kang Yaya, dalam menghadapi bulan suci Ramadhan ini, saya berserta Pengurus RW-10 memohon maaf kepada Warga RW-10 apabila selama ini ada kata-kata atau tindakan yang kurang berkenan.

"Dalam menghadapi Ramadhan kali ini, kami tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kebersihan selama bulan puasa sampai pasca Idul Fitri 1447-H yang dalam kegiatan operasionalnya diserahkan kepada Ketua RT masing-masing," tutur kang Yaya dalam wejangan singkatnya.

Sementara Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang Hasan Munawar, juga sangat senang dengan kegiatan ini. Selain sangat bermanfaat sebagai sarana olah fisik jelang Ramadhan juga sangat menghibur dan membahagiakan. 

"Kami mengajak para jamaah Al-Muhajirin yang memiliki sepedah untuk turut  bergabung di komunitas gowes ini. Alhamdulillah sangat menyenangkan," tandasnya.

Adapun program-program DKM Al-Muhajirin, lanjut kang Hasan, akan segera dibahas dalam rapat. Hanya saja tidak terlalu jauh berbeda dengan program-program tahun sebelumnya.

Salah satu goweser asal Sumatera Barat, Uda Rusdi, dengan ciri khas jiwa bisnisnya turut mempromosikan keberadaan Cafe Pojok 46, yang menurut penilaiannya menu-menunya lumayan menarik dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk itu bagi warga RW-10 Ankid untuk jangan sungkan mendatangi Cafe ini. Selain harganya murah juga tempatnya sejuk plus bisa hiburan berkaraoke juga.

Akhirnya setelah puas bersilaturahmi dengan mengambil momentum munggahan di Cafe POjok 46, acara pun ditutup dengan do'a Munggahan yang dipercayakan kepada Kasi Infokom & IT RW-10 dan DKM Al-Muhajirin.

Berikut Narasi Do'anya:

"Ya Allah Yang Maha Pengasih, pertemukan kami dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman dan kesehatan. Terimalah amal ibadah kami, kuatkan kami untuk menunaikan ibadah puasa, menjalankan shalat dengan khusyuk, dan merutinkan membaca Al-Qur'an. Ampunilah dosa-dosa kami Ya Robb, dosa kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin. Lindungi keluarga kami dan berkahilah rezeki kami. Terimalah silaturahmi dan saling memaafkan kami di hari ini. Selamatkan kami hingga akhir Ramadan dan jadikan kami hamba-Mu yang bertakwa. Aamiin ya Rabbal 'alamin."

Semoga doa ini bisa menjadi pengikat kebersamaan dan penguat niat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Selamat Munggahan, semoga kita semua "munggah" (naik) iman dan taqwanya di bulan suci yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini. Cag, Ah...!!(Jurnalis/N425/Kisunda-10/226)























Inti Halal Bi Halal di RW-10: "Berlapang Dada Saling Memaafkan..."

  Ketua RW-10, Drs. H. Yaya Sunarya Saat Menyampaikan Sambutan Almukarom Al-Ustadz Maulana Muhammad Ahsan Muta'syim Billah Menyampaikan ...