Senin, 03 Juni 2024

Ketua RW-10 Ankid Baru: Drs. H. Yaya Sunarya

 

(Ketua RW-10, Drs. H. Yaya Sunarya)

Drs. H. Yaya Sunarya, terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua RW-10 Antar Waktu sampai Perwal LKK Terbaru terbit. Yaya Sunarya memang selama ini menjabat sebagai PJS RW-10 sejak Drs. H. Dede Amar, M.MPd., disibukan dengan kegiatan Kampanye dalam kapasitas beliau sebagai Ketua PGRI Jawa Barat dan Calon Anggota DPD Jawa Barat bahkan sampai beliau wafat pada Jum'at, 03 Mei 2024.

Adapun landasan hukum penetapan Pengurus Baru RW-10 Ankid itu berdasarkan Keputusan Lurah Antapani Kidul Nomor: PD.05.02.01/028-Kel.Antapani Kid/V/2024, tentang Perpanjangan Masa Bakti dan Pergantian Antar Waktu Pengurus Rukun Warga 10 Kelurahan Antapani Kidul, tanggal 27 Mei 2024, serta dengan Memperhatikan Berita Acara Hasil Rapat Penentuan PJS Ketua RW-10 ANKID Antar Waktu sampai PERWAL LKK Terbaru Terbit, Hari Sabtu, 18 Mei 2024 bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) RW-10 Antapani Kidul.

Yaya Sunarya yang merupakan purnabakti dari PDAM ini memang dipandang ideal sebagai Ketua RW-10. Apalagi beliau sebagai alumnus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unpad dipandang relevan antara jabatan dan latar belakang pendidikannya.

Yang menggembirakan beliau juga didampingi Sekretaris RW-10 Sdr. Gerry Gumilar Ardimanggala, ST., yang notabene adalah putranya sendiri. Dengan demikian Insyaallah kegiatan operasional dan administratif keerwean akan berjalan dengan baik dan lancar.

Selain itu Ketua RW-10 juga didampingi Bendahara yang dijabat oleh sesepuh legendaris, H. Isa Subarsa yang dikenal sangat telaten dalam mengurus adminsitrasi keuangan.

Adapun para Ketua sebagai Pengurus Inti sebagai berikut:

* Hendry : Ketua Seksi Keamanan;
* H. Purnomo Wibowo : Ketua Seksi Pembangunan;
* H, Achmad Zaenuddin : Ketua Kebersihan dan Lingkungan Hidup;
* Ust. Haykal Sya'ban : Ketua Seksi Agama;
* Yopie Umar Hadi Sunarno : Ketua Seksi Pemuda dan Olahraga;
* Hertin Suhartini : Ketua Seksi PKK
* Drs. H. Nana Suryana : Ketua Seksi Humas, Informasi dan Komunikasi;
* Budi Prasetio : Ketua Seksi Sosial Pemberdayaan Masyarakat;
* Bubun Somawinata : Ketua Seksi Usaha;
* Sopro Sopi, SH.,MH. : Koordinator LKBH RW-10.

Catatan:
Para Anggota Ketua Pengurus setiap Seksi terlampir.
(//jurnalis-kisunda10//nanatea)


(Dari Kiri: Bendahara Isa Subarsa, Sekretaris
Gerry GA dan Ketua RW-10 Yaya Sunarya)

Suasana Rapat Penunjukkan Ketua RW-10


(Dari kiri: Ketua RT-04 Bayu, Ketua RT-06 Deden
dan Ketua Seksi Usaha Bubun S)

(Ketua RT-01 Suherman , Koor. LKBH Sopro,
Kasipem Purnomo Ketua RT-05 Iman W)

(Dari kiri: Ketua RT-01 Suherman, Koor.LKBH Sopro,
Kasipem Purnomo, Ketua RT-06 Iman W)

(Jurnalis Kasi Humas dan Infokom Nana Suryana)








Minggu, 05 Mei 2024

Ketua PGRI Jabar, Ketua RW-10 Ankid, Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd., Wafat






بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ...

Saya mewakili warga RT.05, Warga RW-10, Sekaligus Keluarga Besar DKM Al-Muhajirin, menyampaikan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu warga kita, tokoh kita, teladan kita, saudara kita, sahabat kita, kakak kita yang sama-sama kita cintai dan kami banggakan yakni bapak Ketua RW-10, bapak Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd. Beliau wafat pada Jum'at tanggal 3 Mei 2024, dalam usia 63 tahun, sekira pukul 11.07 wib di Rumah Sakit Santosa Bandung.

Demikian disampaikan Penasihat DKM Al-Muhajirin RW-10, Antapani Bandung, H. Sigit Tjiptono, saat memberikan sambutan di Masjid Al-Muhajirin sesaat sebelum jenazah belum disholatkan.

Menurut Sigit, almarhum termasuk salah satu yang warga yang baik, juga salah satu tokoh yang dibanggakan warga RW-10. Beliau sangat familiar dan sangat peduli terhadap kondisi lingkungan RW.10. Tak hanya itu beliau pun bekerja sangat teliti, fokus dan detail dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau permasalahan yang dihadapi warganya."Kita hanya bisa mendoakan semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segenap kekhilafan dan dosa-dosanya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan," kata Sigit.

Menurut Isa Subarsa, Bendahara Pengurus RW-10, almarhum adalah pekerja keras. Sewaktu mencalonkan sebagai Dewan Perwakilan Daerah Jawa Barat yang dissuport Jajaran PGRI seluruh Jawa Barat, beliau begitu sangat sibuk melakukan kunjungan ke daerah-daerah seluruh Jawa Barat, sampai-sampai kami Pengurus RW-10 memuji akan tekad bajanya dan kondisi fisiknya yang tak kenal lelah. Dan yang menjadi salut kepada beliau walau sesibuk apapun di Organisasi PGRI tapi masih sempat memperhatikan kondisi warga dan wilayah RW-10, termasuk aktivitas bersepeda santai bersama warga.

Kami segenap Pengurus RW-10 merasa sangat kehilangan beliau. Beliau adalah seorang decision maker yang sangat baik, sangat peduli terhadap kerukunan warga dan pembangunan kewilayahan RW-10. Namun apa mau dikata usia seseorang hanyalah Allah swt yang menentukan. "Pada akhirnya Allah Subhanahu Wata'ala telah memutuskan yang terbaik berpulangnya beliau ke haribaanNya," kata Yaya Sunarya dalam kapasitas sebagai Sekretaris dan PJS Ketua RW-10 selama beliau sibuk berkampanye.

Menurut Kasi Pembangunan RW-10, Purnomo, lima hari sebelum beliau wafat, sempat bersilaturahmi dengan sesama warga RT-05. Beliau banyak bercerita mengenai operasi katarak mata sebelah kiri yang dilakukan beliau beberapa hari sebelumnya. Serta memberikan wejangan antara lain agar melaksanakan beberapa pembangunan yang perlu dilakukan di lingkungan RT-05, antara lain perlunya penerangan dengan memasang tiang di beberapa jalan seputar RT-05.

"Kebaikan dan ketulusan hati beliau akan selalu kita ingat selamanya dalam hati. Tak hanya kektika beraktivitas bersama dalam bergowes dan kegiatan memancing di rumah beliau di Ciawi Tasikmalaya, juga hobinya dalam berdangdut ria. Semoga beliau sudah tenang di sisi-Nya. Selamat jalan pak Ketua RW-10 dan Presiden Toleransi RW-10, kami turut bersedih dan berduka cita sedalam-dalamnya," ucap Kang Bubun, seraya menambahkan walaupun beliau menjabat sebagai Ketua PGRI Jawa Barat namun beliau masih berkenan untuk menjabat sebagai Ketua RW-10 dan Presiden Toleransi RW-10 dengan dibangunnya Gazebo Postol (Pos Toleransi).

Menurut Kasi Olahraga, Yopie, beliau memang sangat menggemari Olahraga. Beliau tak hanya menjadi dedengkot (Boss) kegiatan Gowes NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) RW-10, juga sebagai Koordinator Biker (Klub Motor) RW-10 yang pernah menjelajah Bukit Jayagiri, Gunung Manglayang dan Gunung Papandayan. Bahkan beliau pun sebagai Koordinator dalam klub mobil (offroad) Turkini (Turing Aki dan Nini) dengan berbagai keanggotaan dari Lingkungan PGRI Jabar dan Rekan-Rekan lainnya. Bahkan jika ada kegiatan bola berskala Jabar dan Nasional, seperti bertandingnya Persib atau U-23 yang lalu, beliau selalu mengundang untuk Nobar di Loteng Putih rumahnya di Jl. Singaraja No. 5 Antapani. "Tentu saja sebelum pertandingan diawali dengan Karaoke Ria yang memang menjadi salah satu kegemarannya," kesan Yopie.

Sambutan dari Perwakilan PGRI Jabar

Sementara itu dari perwakilan Pengurus PGRI Jawa Barat, Edi Supardi, M.MPd., menyampaikan turut berduka atas wafatnya bapak H. Dede Amar, semoga almarhum diampuni segala dosa dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Pak Dede Amar, lanjutnya, telah bersama-sama kami di PGRI Jabar. Sewaktu saya menjabat Ketua PGRI Jabar, beliau ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PGRI Jabar selama 10 tahun. Dan pengganti saya sebagai Ketua PGRI Jabar adalah beliau yang akan habis masa bhaktinya pada Desember tahun ini. "Semoga beliau diampuni segala dosanya diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisiNya," tandasnya.

Menurut Imam Shalat Jenazah, Ketua MUI Antapani Kidul, Dr. Imam Asrofi, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa usia adalah rahasia Allah. Saat ini pak Dede Amar mendapat panggilan dari Allah. Selanjutnya adalah kita yang sedang menunggu antrian. Oleh karena itu dalam menjalani kehidupan hendaknya harus tetap diiringi dengan muhasabah diri. Kematian adalah bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Tidak ada yang pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita sekalian sebagai hamba Allah SWT.

Ustadz Ucu mewakili keluarga, menyampaikan uncapan terima kasihnya kepada seluruh jama'ah Al-Muhajirin dan seluruh warga yang hadir di masjid ini. Jika ada permasalahan terkait dengan hutang piutang ataupun yang terkait lainnya dengan almarhum untuk segera menghubungi keluarga untuk dapat diselesaikan.

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Akhmad Juhana., bahwa pak H. Dede Amar adalah salah satu putra terbaik Tasikmalaya. Oleh karena itu kami merasa kehilangan seorang tokoh yang sangat peduli pada organisasi dan perjuangan para guru di seluruh Jawa Barat. Namun apa mau dikata bahwa di dunia ini ada kehidupan dan ada pula kematian. Kematian adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa kita negosiasikan. Kematian sendiri merupakan gerbang pertama yang harus kita lewati untuk mencapai akhirat. "Semoga pak Dede Amar, diampuni segala kekhilafannya dan dterima seluruh amal kebaikannya," katanya di Tasikmalaya.

Akhirnya Jurnalis Humas RW-10, Nana Suryana, bagai menasehati diri sendiri mengatakan, sudah siapkah kita menghadapi kematian? Sudah cukupkah bekal yang kita miliki selama ini? Pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita? Layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga beserta kemewahan di dalamnya?

Mudah-mudahan, kata Nana. kita termasuk orang-orang beriman yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat sehingga kita bisa mati dengan husnul khatimah yang Insyaallah seperti yang dicontohkan pak Dede Amar. Beliau wafat di hari terbaik, hari Jum'at menjelang Sholat Jum'at, beliau tidak merepotkan keluarga karena masuk rumah sakit hanya 14 jam, dan beliau mendapat sambutan luar biasa dari jamaah sholat jenazah di Masjid Al-Muhajirin. Begitupun banyaknya warga yang menghadiri pemakaman di Ciawi Tasikmalaya.

Sebagaimana bunyi ayat 27-30 dalam surah Al-Fajr, “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku,” ucapnya. 

Selamat jalan Kang Damar (Panggilan akrab Dede Amar) Selamat beristirahat. Saya bersaksi Anda adalah orang baik dan sangat peduli pada sesama. Anda pekerja keras, toleran dan sangat menghargai pekerjaan bawahan. Insyaallah Anda Husnul Khotimah. Aamiin Ya Robbal Aalamin...!!!
(//nana//kisunda-10/ankid).


Berikut dokumenasi beliau.
(Jika ingin mengetahu aktivtas beliau selama ini silahkan kunjungi website ini www.kisunda-10.blogspot.com)














Rabu, 13 Maret 2024

Gowes Jelang Shaum Ramadhan 1445-H


Sembilan goweser NKRI tampil sambut
gembira datangnya Ramadhan 1445-H
Minus Kang Muryono (fotografer)


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskankan dan mengingatkan kepada setiap pribadi hamba Allah yang mukmin/muslim untuk menunaikan kewajiban ibadah di bulan suci Ramadhan. Sebuah kewajiban yang juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, sebelum Nabi Muhammad SAW yakni ibadah puasa. Kewajiban untuk menahan diri, tidak makan dan minum serta menghindari segala sesuatu yang sekiranya dapat membatalkan puasa sebagaimana tuntunan syariat.

Menyambut kegembiraan datangnya Ramadhan Gowes pun digelar pada Ahad, 10 Maret 2024 dengan menghadirkan sembilan goweser NKRI, yakni: Kang Damar, Kang Isa, Kang Dwi, Kang Bubun, Kang Irsan, Kang Yopie, Kang Purnomo, Kang Muryono dan Kang Nana.

Menurut dedengkot gowes Kang Damar (Dede Amar) gowes kali ini memang khusus digelar dalam rangka menyambut penuh kegembiraan datangnya bulan suci Ramadhan. Selain kegembiraan menjelang pelaksanaan shaum, katanya, juga tetap fokus untuk senantiasa bertafakur mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wata'ala yang tiada habis-habisnya. "Terutama dalam menikmati keindahan kota Bandung beserta kesegaran oksigen udaranya. Serta tentunya dalam upaya meningkatkan kebugaran tubuh," tandasnya.

Resto Lotek Cihapit yang lagi viral 
tepat di belakang Bakso Sultan

Adapun jalur yang ditempuh yakni: Antapani, Jl, Jakarta, Jl. A. Yani, Jl. Sunda, dan Aceh untuk selanjutnya masuk ke Jl Cihapit untuk menikmati Lotek Cihapit yang kabarnya sedang viral.

Namun nasib apes diderita salah satu goweser Kang Nana yang mengalami sedikit kendala kesehatan. Menurut pegakuannya sejak di Jalan Sunda sesungguhnya sudah mulai terasa mual plus mata sedikit berkunang-kunang. 

Sedianya mau balik sorangan tapi takut "tigubrag" di perjalanan. Jadi terpaksa terus mengikuti rombongan. Akhirnya setelah sampai di Resto Lotek Cihapit merasakan dunia berputar dan  semakin gonjang-ganjing, Rasanya seisi perut ingin dimuntahkan semua.

Namun beruntung ada pahlawan dadakan Kang Irsan yang melakukan pijitan dahsyat ke arah mastaka sareng tonggong hingga angin-angin yang bercokol di badan sepertinya tak kuasa lagi bertahan. Angin pun mulai keluar (punten) dari bawah dan dari atas secara bersamaan. Wajar kalau terdengar suaranya kurang elok namun mungkin juga mirip suara saxophone Kenny G...pret pret pret preeetttt....!!!

Cag heula ah dugi ka dieu....//kisunda-10/nana/150324

Kang Irsan nuju mijit mastaka gagaduhan
Kang Nana yang sedang merasakan
dunia gonjang-ganjing efek lebet angin
"Hatur Nuhun Kang Irsan hade pisan tah pijitan teh..."


Berikut foto dokumentasi Kang Bubun lainnya...


Nikmat bener dipijit Kang Irsan

Sebuah pelajaran kalau mua gowes
ya harus sarapan dulu mas bro

Lotek Cihapit selain maknyus harganya pun
lumayan terjangkau di saku pensiunan

Nikmat mana lagi yang engkau
dustakan...Kami bersyukur ya Robb...

Siap berangkat dari Pos Toleransi
(Postol) RW-10 Antapani Kidul

Cukup lama tak gowes
serasa memulai lagi dari awal


Senin, 28 Agustus 2023

Gebyar HUT RI Ke-78 RW-10 Ankid: "Luar Biasa Pesonanya, Hebat Semangatnya"

Liputan Video Karnaval/Jalan Sehat (27/8)
(Dokvideo/muryono/27082023)


Liputan Video Fun Bike/Sepeda Santai (26/8)
Dokvideo/Audry/26082023)


Ketua RW-10, Drs. H. Dede Amar,M.MPd.,
melepas secara resmi Karnaval/Jalan Sehat

"Luar biasa pesonanya...Hebat Semangatnya." Setidaknya seperti itulah kesan yang disampaikan beberapa warga terhadap pelaksanaan HUT RI Ke-78 di RW-10 Antapani Kidul, Antapani, Kota Bandung.

Gebyar HUT RI Ke-78 di RW-10 Antapani Kidul Kota Bandung, sejak digelar 12 Agustus hingga Puncak Acara 27 Agustus memang telah menghadirkan tujuh pesona kegiatan yang memiliki daya pukau terasendiri. Dimulai dari Pertandingan Tenismeja, Kompetisi Catur, Got Talent Karaoke, Lomba/Permainan Anak, Fun Bike, Karnaval/Jalan Sehat dan Hiburan Puncak Acara.

Lantunan Sholawat Jibril pada pembukaan
Acara Puncak dalam Upacara Karnaval
(Dokvideo/endangmunawan/27082023)


Diawali Pertandingan Tenismeja setidaknya telah melibatkan 30 orang petismeja pria dan wanita; Lomba Catur menghadirkan 16 pecatur; Lomba Karaoke menyedot partisipasi 27 Peserta; Bidang Keagamaan melibatkan setidaknya 20 peserta anak dan remaja; Lomba Permainan Anak menghadirkan sekurangnya 60 anak dari mulai tingkat balita sampai remaja; Fun Bike/Sepeda Santai dimeriahkan 73 peserta, dan Karnaval/Jalan Santai dikepung tak kurang 300 peserta. Sementara pada Puncak Acara yang dilengkapi kehadiran bazar, dimeriahkan hiburan bersama Event Organizer Profesional "ARINDRA" milik Kang Ari yang notabene Warga RT-06/010, telah melengkapi dahsyatnya gebyar HUT RI RW-10 tahun ini.







Ketua RW-10, Drs. H. Dede Amar,M.MPd, pada setiap kesempatan membuka acara kerap menyampaikan bahwa potensi warga di RW-10 ini sangat luar biasa. Kalau potensi ini digalakan, dikembangkan dan dibina dengan baik akan melahirkan kerjasama dan kemajuan yang sangat luar biasa bagi lingkungan kita. 

"Terbukti melalui kegiatan Peringatan HUT RI Ke 77 dan ke-78 tahun ini, animo warga untuk turut merayakannya begitu sangat antusias. Bahkan dengan penuh sukarela memberikan sumbangan dalam bentuk materi, tenaga dan pikirannya," tandas Damar (Nama populer Dede Amar di lingkungan RW-10 dan PGRI Jabar dalam kapasitas beliau sebagai ketuanya).

Menurut Dede Amar, yang tahun depan akan berkompemtisi merebut posisi sebagai caleg DPD-RI ini, bahwa kita harus bangga dengan potensi sumberdaya yang dimiliki RW-10, baik SDM-nya, potensi kondisi ekonominya maupun kondisi lingkungan hunian yang relatif nyaman. "Ini harus tetap dijaga oleh kepengurusan RW-10 selanjutnya yang tahun depan Insyaallah  saya akan menyerahkan tongkat estafet kepada pengurus baru berikutnya," tandasnya pada beberapa kesempatan rapat.

Yang penting, lanjutnya, kita harus cekatan dalam bertindak dan berpikir terhadap berbagai kegiatan dan setiap permasalahan muncul. "Menjadi pemimpin itu tidak cukup harus tegas, namun juga harus bijak dan dapat menjadi solution maker yang mengantarkan setiap kegiatan menjadi lebih ideal dan nyaman diterima semua pihak," tandasnya.

Bidang Lomba Karaoke

Dalam kegiatan Lomba Karaoke, misalnya, ini pesertanya sangat luar biasa. Bisa menghadirkan sebanyak 27 orang itu karena jumlah pesertanya yang dibatasi. Hal itu dapat dimaklumi. Menurut Koordinatornya, Bu Olis, mohon dapat dimaklumi karena masalah keterbatasan waktu saja. 

Jadi ternyata, kata pak RW,  di lingkungan kita ini banyak yang memiliki talenta dalam berdendang ria. Walaupun harus diakui lagu-lagunya masih seputar lagu-lagu curahan hati (curhat). Mungkin sekedar meluapkan memori sewaktu masih muda dulu.  Apapun itu kondisi ini harus terus mendapat pembinaan dan dapat dijadikan agenda rutin dua atau tiga bulanan.  Tempatnya boleh di GSG (Gedung Serba Guna) atau bisa di lokasi setiap RT secara bergantian. "Yah, sambil ngaliwet dan hiburan bersama," katanya.

Ini dia para juara karaoke..."Coba siapa paling tinggi angkat piala"
dengan harap2 cemas tengah menunggu produser rekaman


Duet suami istri Teh Ina dan Kang Subi
yang bertindak menjadi Juri Karaoke

"Wiiduriiii..." katanya. Tapi kedengaran
ke luar gedung koq jadi "Niduriiinnnn..." hahaha

Calon Lurah ini turut ambil bagian 
untuk berpacu berlomba Karaoke 
hingga menyabet Juara Harapan II


Kang Nana lewat lagu "Rindu Lukisan" Versi Cha Cha
sanggup menyabet Juara Harapan I, kabarnya para dewan
juri terpukau dengan tarian cha cha-nya...
hahaha pegawai band dilawan


Mbak Meily lewat lagu "Cinta"
Mengantarkannya menjadi Juara II

Berikut para Juara Karaoke:

Katagori Wanita:


- Juara I     : Titin Efendi (RT-01)
- Juara II   : Meily Rida Parapat (RT-06)
- Juara III : Rani (RT-02)
- Harapan I : Sri Kurniati (RT-01)
- Harapan II : Nisa (RT-02)
- Harapan III : Teti Rojak (RT-05)

Katagori Pria:


- Juara I       : Yuswan (RT-03)
- Juara II     : St. Sontang Siregar (RT-06)
- Juara III   : Primus Priyanto (RT-01)
- Harapan I : Nana Suryana (RT-05)
- Harapan II : Dede Sofyan (RT-06)
- Harapan III : Fahri (RT-02).

Bidang Kompetisi Tenismeja

Begitupun dalam kegiatan tenismeja yang tahun ini telah melibatkan pemain wanita yang ternyata mendapat sambutan baik dengan mengirimkan pesertanya dari setiap RT. Kegiatan yang dikoordinasi Nana dan Yopie  inipun harus dibina dengan baik melalui agenda kegiatan yang intensif.

Juara Tenismeja Antar RT

- Juara I : RT-05 (Tim: Nana Suryana, Devie, Muklis, Nur Intan)
- Juara II : RT-02 (Tim: Anas, Garry, Yayah Kaslan)
- Juara III : RT-01 (Tim: Yopie, Bubun, Dwi, Ny. Jaja)
- Harapan I : RT-06 (Kiagus Ali, Dede Sofyan, Deden Markana, Suwandi, Ikah Atikah))










Pertandingan Catur

Dalam pertandingan catur, inipun terbukti di RW-10 memiliki para pecatur handal. Menurut koordinator Catur, Kang Muryono, pecatur yang turut berlomba pada umumnya telah menunjukkan kepiawaian dalam bermain catur. Pertarungan sengit bahkan harus berlangsung melewati tengah malam. Tentu karena alotnya dalam memainkan buah catur dengan cara-cara yang lebih taktis dan strategis.


Begitulah pemain catur, belum main sudah puyeng
hahaha...lupa kali kalau langkah kuda itu "L"

Begitulah kalau rocker main catur
rajanya mau disakuin biar gak mati2 katanya


Para Juara Catur:

- Juara I : Muryono (RT-05)
- Juara II : Buyung (RT-04)
- Juara III : Deden (RT-06)
- Juara Harapan : Yopie (RT-01).

Bidang Keagamaan

Di bidang keagamaan ada 19 peserta yang turut ambil bagian lomba, mulai tingkat anak-anak sampai remaja. Bidang Keagamaan yang dikoordinasikan Ustadz Surman melombakan tiga jenis lomba yakni: Lomba Adzan Anak dan Remaja serta Lomba Bacaan/Hafalan Al-Qu'an Anak-Anak. Sebelum mengikuti lomba memang dilakukan penggemblengan terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan tidak mengalami kendala. Semoga tahun depan pesertanya dapat bertambah lebih banyak dengan jenis lomba yang lebih bervariasi.






Berikut Para Juara Lomba Kegamaan:

Peserta Lomba Adzan Anak-Anak Terbaik:
1. Ibnu (RT-03)
2. Fuad (RT-06)
3. Azam (RT-04)

Peserta Lomba Adzan Remaja Terbaik:
1. Habdi (RT-04)
2. Galang (RT-01)
3. Zacky (RT-04)

Peserta Lomba Hafalan Al-Qur'an Anak-Anak Terbaik:
1. Fuad (RT-06)
2. Ibnu (RT-03)
3. Aisyah (RT-03)

Bidang Lomba Permainan Anak

Dalam perlombaan anak, perhatikan saja betapa banyaknya anak-anak atau cucu kita yang turut ambil bagian untuk berlomba. Tidak kurang dari 70 peserta berbagai tingkatan dari anak sampai remaja telah mengekspresikan kegembiraannya dalam berlomba bersama sesama teman seusianya. Banyaknya peserta dan jenis lomba mengharuskan dibuat dalam dua sesi waktu pagi dan sore. Semaraknya kegiatan ini, Menurut Koordinatornya Mbak Oca, menghasilkan 80 hadiah kejuaraan lomba anak dan remaja. Ini sangat luar biasa. Diharapkan akan lebih semarak lagi untuk kegiatan tahun depan.











Fun Bike/Sepeda Santai

Kegiatan Sepeda Santai, yang dikoodinasikan Kang Sopro dan Kang Purnomo, mampu menarik animo warga yang begitu luar biasa. Sekitar 70 peserta yang melibatkan diri dalam kegiatan ini telah menunjukkan eksistensi komunitas goweser di RW-10 yang patut dibanggakan. Semuanya kompak dan menyatu dalam kegembiraan. Jika ada pegowes yang tidak ikut serta, ya, kita biarkan saja mungkin punya agenda lain. Namun sebagai Ketua RW saya mengimbau jadilah warga yang baik dan menunjukkan kekompakan bertoleransi dengan warga yang lain. Jangan membentuk social gap  (kesenjangan sosial) apalagi membuka front atau membuat pertentangan yang tentunya tidak elok di mata warga.










Karnaval/Jalan Sehat

Puncaknya adalah kegiatan Karnaval/Jalan Sehat Santai. Coba perhatikan, kata Dede Amar, animo wara RW-10 yang begitu luar biasa dalam menunjukkan ekspresi kegembiraannya menyambut kemerdekaan RI. Mulai dari anak-anak Balita sampai sesepuh kita berusia 84 tahun turut melibatkan diri dalam kegembiraan. Setiap RT menunjukkan performasinya yang unik yang sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa RT-nya bukanlah RT biasa. Setiap RT ingin tampil berbeda dengan mengenakan aneka kostum dan asesoris yang begitu beragam dan enak dilihat.












Para Juara Karnaval/Jalan Sehat:

- Juara I : RT-03
- Juara II : RT-06
- Juara III : RT-02
- Juara Harapan (tanpa ranking): RT-01, RT-04 dan RT-05.

Apalagi dengan kehadiran Bazar yang menggelar aneka kuliner sejak RT-01 sampai dengan RT-06, inipun menunjukkan potensi UKM di lingkungan RW-10 yang sangat luar biasa. Ini harus harus mendapat perhatian tersendiri dan perlu penggalangan yang baik. Misalnya, tidak ada salahnya apabila setiap tiga bulan sekali diadakan pasar murah bersamaan dengan digelarnya karaoke atau hiburan lainnya. Bisa pula dengan menampilkan hiburan tari-tarian anak-anak, pembacaan puisi, sulap, standing comedy, dll. Dengan demikian talenta-talenta yang terpendam dari warga kita dari setiap RT bisa dimunculkan kembali.

Puncak Acara

Akhirnya Puncak Acara selesai hingga pukul 13.30 wib. Berbagai penampilan hiburan yang berlangsung  
penuh dengan nuansa gegap gempita itu merupakan hasil-olah kerjasama dengan EO "ARINDRA" dengan duet MC-nya Teh Ima dan Kang Wiby.  

Ketua RW-10 Dede Amar menyampaikan  ucapan terima kasihnya kepada seluruh Panitia dan pihak-pihak terkait lainnya termasuk PT. PLN yang turut membuka lapak bazar. 

Begitupun Ketua Panitia Dwi Responadi dan Penata Acara Nana Suryana, beserta seluruh koordinator kegiatan menyampaikan permohonan maaf sekiranya selama penyelenggaraan kegiatan, baik dalam hal penampilan, sikap dan perilaku kami ada yang kurang berkenan. 

Sampai Jumpa Lagi di Tahun depan dengan berbagai kegiatan yang lebih heboh, semarak dan lebih menghentak lagi. Cag, ah, dugi kadieu heula..!!!//kisunda-10/nana/suryana/28082003.







Duet Suami-Istri yang juga Juri Karaoke
Turut Menyumbangkan Suaranya
Yang Diakui Begitu Memukau



Ini dia Koordinator Acara, Kang Nana Suryana
Yang ditugasi pak RW utk menata seluruh kegiatan 17-an
"Mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan," katanya


























































Ketua RW-10 Ankid Baru: Drs. H. Yaya Sunarya

  (Ketua RW-10, Drs. H. Yaya Sunarya) Drs. H. Yaya Sunarya, terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua RW-10 Antar Waktu sampai Perwal LKK Terbar...