Walaupun goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) hampir seluruhnya berusia diatas 60 tahun, namun soal ngaboseh sapedah, alamak..! Mereka bagai Toyota Kijang, "Tiada Duanya".
Adapun Empat Belas Goweser Cadas dan Pemberani itu adalah:
1. Kang Yaya Sunarya (Ketua RW-10 Ankid)
2. Kang Hasan Munawar (Ketua DKM Al-Muhajirin)
3. Kang Nana Suryana (Humas & IT DKM dan RW-10)
4. Kang Isa Subarsa (Bendahara RW-10)
5. Kang Bubun
6. Kang Irsan
7. Kang Saptono
8. Kang Purnomo
9. Kang Yopie
10. Kang Roni
11. Kang Dwi
12. Kang Iskandar
13. Kang Abidin
14. Kang Muryono
Semangat kaum goweser NKRI itu tampaknya perlu diacungi jempol. Sejak dilakukan start di Lapangan JMM (Jl. Jayapura-Merauke-Manokwari), pada Sabtu pagi (17/01/26), telah menunjukkan wajah-wajah yang penuh optimis dan sumringah.
Semangat kaum goweser NKRI itu tampaknya perlu diacungi jempol. Sejak dilakukan start di Lapangan JMM (Jl. Jayapura-Merauke-Manokwari), pada Sabtu pagi (17/01/26), telah menunjukkan wajah-wajah yang penuh optimis dan sumringah.
Walaupun waktu keberangkatan dipatok pukul 08.00 wib, tapi mereka sudah berkumpul sejak pukul 07.0 wib, rupanya mereka lebih suka terlebih dahulu berkongkow-ria, ngerumpi ngalor ngidul guna melepas dahaga silaturahmi.
Pukul 07.30 wib kita pun berangkat menyusuri jalan-jalan kenangan masa bergowes yang lalu. Alhasil, ada seorang goweser yang tertinggal, Uda Rusdi.
"Koq, saya ditinggal katanya berangkat jam 08.00 wib," kata Uda Rusdi melalui pesan WAG bagai menunjukkan kekesalannya.
"Jadi jalurnya kemana nih, saya kejar ke Alun-Alun koq gak ketemu," tambahnya.
"Kearah Dago," kata Kang Yaya melalui balasan pesan WA-nya.
Rupanya apes yang dialami Uda Rusdi itu pernah juga dialami Kang Sopro dan Kang Saptono pada gowes sebelumnya. Tak mengapa. Barangkali itu sudah menjadi qadarullah harus terjadi seperti itu. Tentu saja rombongan memohon maaf atas ketidaknyamanan itu. "Namun tenang saja masih ada kesempatan lainnya koq..!!" kata Kang Nana bari rada gumasep. (hehehhe.../red).
Jalur Tempuh
Adapun jalur yang ditempuh pada gowes kali ini: Antapani - Jl. Jakarta - A. Yani - Jl. Labuan - Jl Supratman - Gasibu - Dipati Ukur - Sumur Bandung - Cicendo - Pajajaran - Viaduck - Jl Aceh - Martadina (Riau) - A. Yani - Ibrahim Adji - Ters. Jakarta - Antapani. Total jarak tempuh sekitar 25 KM.
Istirahat Pertama di Informa A. Yani (berfoto), Istirahat Kedua di depan UNPAD (berfoto), Istirahat Ketiga di depan Gasibu (Kantor Gubernur/berfoto), Istirahat Keempat Jl Pajajaran (menikmati kuliner).
Sate Pajajaran Legendaris
Untuk kuliner jalanan diputuskan menikmati Sate Jl Pajajaran yang legendaris. Sate Pajajaran ini merupakan langganan almurham Kang Dede Amar. Harganya murah rasanya mantul. Tapi jangan harap bisa menikmatinya di hari Minggu, karena pada hari itu tutup, sehingga muncul seloroh pedagangnya pada pergi ke Gereja, walaupun jelas mereka bukan umat kristiani.
Gugur Dua Tumbuh Satu
Dalam setiap gelaran gowes ada saja suka dukanya. Selain Uda Rusdi yang ketiban apes, juga ada dua goweser yang tidak bisa melanjutkan perjalanan. Yang pertama, goweser Kang Bubun yang terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalannya karena mendapat panggilan rapat dari rekan bisnisnya.
Yang kedua, adalah Kang Purnomo yang juga tidak dapat menuntaskan perjalanannya sehubungan kondisi fisiknya yang tidak dapat berkompromi lagi. Tentu saja itu keputusan yang bagus daripada harus memaksakan diri yang penuh dengan resiko lain yang tidak dikehendaki.
Namun kondisi itu dapat sedikit tercerahkan dengan munculnya goweser legendaris lainnya yaitu Kang Saptono. Goweser yang satu ini menyusul rombongan dan kali ini berjumpa. Kang Saptono memang termasuk salah satu goweser kawakan yang tidak boleh dibilang kaleng-kaleng. Walau sudah sepuh tapi tangguh, anti tunduh apalagi ngeluh.
Namun tak hanya beliau ada goweser lainnya dengan julukan pecandu tanjakan, yakni: Kang Hasan, Kang Irsan dan Kang Abidin.
Buktinya mereka berempat tak cukup memacu "kudanya" sampai di Jl. Pajajaran. Mereka berempat melanjutkan perjalannya ke arah dago atas via Cisitu Lama yang dikenal banyak tanjakannya. Ruarr Biasa...!!
Sementara goweser para Jago Amatiran lebih suka kembali ke kandangnya di Antapani, mereka adalah: Kang Yaya, Kang Isa, Kang Dwi, Kang Roni, Kang Nana, Kang Yopie dan Kang Muryono. Sementara Kang Iskandar yang juga goweser kawakan kabarnya menemui saudaranya di Jl Pajajaran.
Menyongsong bulan Sya'ban
Gowes kali ini juga dalam upaya untuk menggapai keberkahan Bulan Sya'ban. Mencoba fokus pada persiapan spiritual menyambut Ramadhan. Di bulan Sya'ban memang dianjurkan dengan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa dan istighfar (terutama di malam Nisfu Sya'ban).
Selain itu memperbanyak bershalawat (karena perintahnya diturunkan di bulan ini), serta memperbanyak sedekah dan memperbaiki hubungan sosial (silaturahmi). Tentu saja ini merupakan momentum terbaik guna membersihkan diri dan meningkatkan ibadah.
Adapun anjuran amalan utama di Bulan Sya'ban, yakni: Memperbanyak Puasa Sunnah: Amalkan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah) sebagai latihan sebelum Ramadhan, seperti teladan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Adapun anjuran amalan utama di Bulan Sya'ban, yakni: Memperbanyak Puasa Sunnah: Amalkan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah) sebagai latihan sebelum Ramadhan, seperti teladan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Meningkatkan Interaksi dengan Al-Qur'an: Perbanyak tilawah dan tadabbur (membaca dan memahami) Al-Qur'an, menjadikannya bulan "Syahrul Qurra'" (Bulan para Ahli Qur'an).
Malam Nisfu Sya'ban: Manfaatkan malam pertengahan Sya'ban untuk memperbanyak doa, sholat sunnah, dan istighfar karena Allah SWT mengampuni dosa dan melimpahkan rezeki.
Memperbanyak Shalawat: Perintahkan diri untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena ayat perintah shalawat diturunkan di bulan Sya'ban, yang membawa banyak keutamaan.
Adapun Keutamaan dan Hikmahnya
1. Bulan Persiapan: Sya'ban adalah waktu emas untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik menyambut Ramadhan.
2. Pengangkatan Amal: Bulan ini adalah waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT.
3. Pembersihan Diri: Momen untuk introspeksi, membersihkan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.
2. Pengangkatan Amal: Bulan ini adalah waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT.
3. Pembersihan Diri: Momen untuk introspeksi, membersihkan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Alhamdulillah Wasyukurillah...Gowes Menyongsong bulan Sya'ban telah berjalan dengan baik, lancar, selamat dan bahagia, yang tentu saja diharapkan akan membawa keberkahan bagi seluruh gowesernya.
Rencana Motor Biker Touring Jilid-V
Untuk bulan Depan direncakan untuk menggelar Motor Biker Touring Jilid-V. Kalau tak ada aral melintang direncanakan berangkat pada Sabtu, 14 Februari 2026. Tujuan dan lokasi Touring ke Cipanjalu Ciamis menuju Vilanya pak RW yang persis berada di bibir Danau Cipanjalu. Sementara untuk acara mancing selain di Cipanjalu juga direncanakan di Kolam Ikan Ketua DKM di Ciamis, Rumah Kang Hasan Munawar di Ciamis, Semoga rencana ini dapat terealisasi dengan baik...Cag ach...!!!(***/knana/jurnalis/kisunda-10).














