Tradisi Paska Lebaran merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisi setelah lebaran yang unik dan bermakna. Hal ini mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi masyarakat Muslim Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud syukur atas selesainya ibadah puasa Ramadhan.
Dalam pelaksanaannya, tradisi setelah lebaran memiliki berbagai bentuk dan cara yang berbeda-beda di setiap daerah. Namun, inti dari tradisi setelah lebaran ini tetap sama, yaitu untuk memperkuat hubungan antarmanusia dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pasca lebaran ini juga menjadi momentum yang tepat untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama, tidak terkecuali dengan komunitas gowes.
Bagi Pengurus RW-10 Antapani, tentu saja pasca lebaran diisinya dengan tradisi kegiatan halal bihalal yang telah diselenggarakan pada 11 April 2026 yang lalu. Sedangkan bagi komunitas gowesernya dalam upaya menata dan menjaga tali silaturahminya dengan menggiatkan kembali gowesnya.
Tujuannya selain unutk menjaga tali silaturahmi diantara para goweser, juga dalam upaya menjaga kebugaran tubuh. Maklum, saat lebaran tubuh ini kerap diserbu dengan berbagai makanan yang boleh jadi berakibat menumpuknya kolesterol, asam urat, meningkatnya tensi darah, gula darah dan sebangsanya.
Untuk itulah Sabtu, 18 April 2026, hadir 10 goweser NKRI RW-10 turut ambil bagian. Tak tanggung-tanggung rute yang ditempuh mencapai sekitar 30 km dengan menyasar di tiga lokasi yakni: Summarecon, Masjid Al-Jabbar dan GBLA (Gelora Bandung Lautan Api).
Adapun ke sepuluh goweser itu (foto paling atas dari kiri ke kanan) adalah:
1. Kang Nana
2. Kang Roni
3. Kang Isa
4. Kang Rusdi
5. Kang Yaya
6. Kang Purnomo
7. Kang Yopie
8. Kang Muryono
9. Kang Abidin
10.Kang Iskandar
Heboh Garang Asem
Perjalanan dimulai dari Antapani menusuk ke ByPass Soeta, sampai Perempatan Gedebage belok kanan dan langsung menusuk ke Summarecon. Dari Summarecon dilanjutkan ke Masjid Al-Jabbar, kemudian tujuan akhir di GBLA. Di GBLA dimanfaatkan untuk menikmati kuliner di sekitar Pintu Timur GBLA. Disitu berjejer warun-warung dengan beraneka makanan. Kami memilih kuliner Pecel khas Banyumas. Kebetulan di sebelahnya ada Warung yang menyajikan menu Soto dan Garam Asem.
Adapun ke sepuluh goweser itu (foto paling atas dari kiri ke kanan) adalah:
1. Kang Nana
2. Kang Roni
3. Kang Isa
4. Kang Rusdi
5. Kang Yaya
6. Kang Purnomo
7. Kang Yopie
8. Kang Muryono
9. Kang Abidin
10.Kang Iskandar
Heboh Garang Asem
Perjalanan dimulai dari Antapani menusuk ke ByPass Soeta, sampai Perempatan Gedebage belok kanan dan langsung menusuk ke Summarecon. Dari Summarecon dilanjutkan ke Masjid Al-Jabbar, kemudian tujuan akhir di GBLA. Di GBLA dimanfaatkan untuk menikmati kuliner di sekitar Pintu Timur GBLA. Disitu berjejer warun-warung dengan beraneka makanan. Kami memilih kuliner Pecel khas Banyumas. Kebetulan di sebelahnya ada Warung yang menyajikan menu Soto dan Garam Asem.
Garang Asem sepertinya menu favorit di tempat itu. Walaupun harganya sedikit lebih tinggi dari rata-rata paket makanan di tempat itu, namun kesan bagi para penikmatnya garam asemnya sungguh mengundang selera dan memberi sensasi luar biasa. Bahkan kabarnya mampu meningkatkan enerjitas tanpa kompromi.
Ulasan cukup sampai dini dulu. JAngn lupa dalam dua pekan ke depan kita akan menyatroni Gule Kepala Kambing Jalan Astana Anyar yang telah lama gak sempat digeruduk lagi.
Cag, ah...!!!(nas/jurnalis/Kisunda-10)




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar