Tanggal 1 Dzulhijjah, jatuh pada Senin tanggal 18 Mei 2026. Bulan dzulhijjah adalah bulan yang sangat mulia, terutama di 10 hari pertamanya.
Beberapa amalan utama untuk mengisinya, antara lain memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Arafah (1-9 Dzulhijjah), wabil khusus pada 9 dzulhijjah yang pahalanya menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang;
Memperbanyak zikir, takbir, tahlil, dan tahmid mulai 1 Dzulhijjah hingga hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah); Memperbanyak salat sunnah, sedekah, dan baca Al-Qur'an sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah;
Selain itu yang tidak kurang pentingnya adalah berkurban (bagi yang mampu) pada 10-13 Dzulhijjah sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah; Serta bagi yang tidak berhaji melaksanakan puasa Tarwiyah (pada 8 Dzulhijjah); Dan amaliah-amaliah terpuji lainnya.
Jika kita tidak sedang menunaikan ibadah haji, maka memang sebaiknya memperbanyak amal saleh, memperbaiki silaturahmi, dan memperbanyak istighfar terutama di 10 hari pertama ini. Dalam 10 hari pertama dzulhijjah ini memiliki keutamaan amal yang di dalamnya sangat dicintai Allah.
Jika kita tidak sedang menunaikan ibadah haji, maka memang sebaiknya memperbanyak amal saleh, memperbaiki silaturahmi, dan memperbanyak istighfar terutama di 10 hari pertama ini. Dalam 10 hari pertama dzulhijjah ini memiliki keutamaan amal yang di dalamnya sangat dicintai Allah.
Delapan goweser ambil bagian
Untuk itulah delapan goweser NKRI (Neangan Karunia Ridho Ilahi) sehari sebelum masuk tanggal 1 dzulhijjah menyambutnya dengan penuh gembira dan sukacita.
Kedelapan goweser itu adalah: Kang Yaya, Kang Isa, Kang Bubun, Kang Tisna, Kang Purnomo, Kang Yopie, Kang Roni dan Kang Nana.
Jalur yang ditempuh sejauh 17,2 KM itu merupakan rute baru, yakni dari Antapani, Jalan Jakarta, Jalan Sukabumi, Jalan Laswi, Jalan Buahbatu, Jalan Bypass Soeta, Jalan Cisaranten Kulon, Jalan Cingised, Jalan Cibodas, dan berakhir di Jalan Balikpapan sebagai tempat finish: Cafe Warung Pojok 46.
Nyaris Dibatalkan
Barangkali seperti itulah kalau kondisi saat itu dirangkai dalam sejumput kata puitis. Namun sungguh kedelapan goweser itu walau usia rata-rata diatas 65 tahun namun tetap memiliki nyali dan bermental baja memaksakan kehendaknya bergowes ria.
Dan alhamdulillah saat start di Lapang JMM, cuaca mulai memudar menunjukkan cahaya paginya yang tampak indah berbinar. Pijaran cahaya mulai menerpa badan-badan kami. Bagai pijatan lembut sang bijak bestari. Kami pun semakin yakin kalau perjalanan gowes kali ini tak akan tersentuh rintik hujan.
Selepas doa keselamatan kami pun mulai "melecut kuda-kuda" kami melindasi jalanan sesuai jalur tempuh yang direncanakan.
Finish di Cafe WP-46
Selama perjalanan sejauh 17,2 KM itu, tak ditemui aral melintang. Semuanya berjakan mulus tanpa cacat. Rehat hanya dilakukan satu kali saja yakni di Depan Kantor DPRD dan Kantor Pemadam Kebakaran Jalan Sukabumi. Kemudian berlanjut tanpa ampun meminta rehat lagi hingga tempat finish.
Sesampai di tempat finish Cafe Warung Pojok 46 (WO-46) seperti biasa kami pun mulai bercengkrama tentang ini dan itu tentang begini dan begitu. Tentu saja ditemani suguhan ala WP-46. Ada hamburger, Mi Goreng, Cireng, Pisang sampai kerupuk tertata di meja. Turut hadir bersama kami aneka minuman manis menyegarkan yang telah mengantarkan kami sekedar berkaraoke ria.
Berita baiknya seluruh jamuan itu diberikan secara cuma-cuma, walaupun sedianya kami berniat untuk membayar. Namun Kang Bubun, salah satu goweser pemilik Cafe, menolak untuk dibayar. Dan, katanya, agar biayanya dijadikan sebagai saldo penambah biaya untuk memasak gule kepala kambing paska Idul Qurban. Masyaallah, hatur kang Bubun, Insyaallah berkah.
Yah, seperti itulah perjalanan kami pada Minggu Pagi, 17 Mei 2026. Selamat beramal sholeh memasuki Bulan Dzulhijjah yang penuh limpahan pahala, rahmat dan keberkahan.
Cag, ah,,!!(nanas/komdigi/kisunda-10/rw-10/Ankid/06-26)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar