Untuk itulah dengan semangat tinggi, kaum yang tidak muda lagi ini, tampil dengan semangat tinggi memacu sepedahnya untuk menggilas jalanan kota Bandung. Tekad penuh gelora semangat membara itu tumbuh pada Minggu Pagi, 07 Juni 2026.
Namun apa sesungguhnya yang harus diwaspadai bagi kesehatan kaum sepuh ini? Tentu saja sejumlah penyakit yang boleh jadi mengincar kesehatannya. Apalagi di pasca Idul Qurban yang notabene banyak mengkonsumsi aneka perdagingan sampai pada jeroan.
Masalah Kesehatan Idul Adha
Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI (WHO Indonesia) bahwa Idul Adha atau Idul Qurban identik dengan hidangan daging kurban. Mengkonsumsi daging qurban enak memang, tapi kalau kebablasan, beberapa masalah kesehatan bisa kambuh, sepeprti:
Namun apa sesungguhnya yang harus diwaspadai bagi kesehatan kaum sepuh ini? Tentu saja sejumlah penyakit yang boleh jadi mengincar kesehatannya. Apalagi di pasca Idul Qurban yang notabene banyak mengkonsumsi aneka perdagingan sampai pada jeroan.
Masalah Kesehatan Idul Adha
Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI (WHO Indonesia) bahwa Idul Adha atau Idul Qurban identik dengan hidangan daging kurban. Mengkonsumsi daging qurban enak memang, tapi kalau kebablasan, beberapa masalah kesehatan bisa kambuh, sepeprti:
1. Gangguan Pencernaan
Konsumsi daging berlebihan dalam waktu singkat bikin kerja lambung jadi berat. Hasilnya: perut kembung, mual, sembelit, bahkan diare.
Penyebab utama: kurang serat dan sayur saat makan daging.
2. Kolesterol Naik
Olahan daging kurban sering dimasak pakai santan dan minyak jenuh. Tanpa kontrol, ini bisa memicu lonjakan kolesterol jahat dalam darah.
3. Asam Urat Kambuh
Jeroan dan daging merah tinggi purin. Buat yang punya riwayat asam urat, makan berlebihan bisa memicu nyeri sendi mendadak, terutama di jempol kaki.
4. Hipertensi Kambuh
Daging kambing, garam berlebih, dan lemak saat memasak bisa menaikkan tekanan darah secara cepat. Hati-hati kalau anda punya riwayat darah tinggi.
5. Dehidrasi
Sibuk kumpul keluarga sering bikin lupa minum air putih. Gantinya malah es sirup dan minuman manis. Padahal ini bikin tubuh cepat kekurangan cairan.
Kementerian Ksehatan menyarankan beberapa Tips Singkat Biar Aman, yakni:
- Seimbangkan piringmu: ½ sayur & buah, ¼ protein, ¼ karbohidrat
- Batasi porsi daging, hindari jeroan berlebihan
- Minum air putih minimal 8 gelas sehari
- Kurangi minuman manis dan bersantan
- Istirahat cukup dan jalan kaki ringan setelah makan.
Itulah beberapa kondisi kesehatan di masa Idul Adha. Tentu saja guna mengantisipasinya diperlukan gerakan fisik seperlunya. Salah satunya melalui kegiatan bersepeda gembira.
Ke-17 Goweser yang peduli pada kondisi kesehatan itu adalah:
1. Kang Yaya (Ketua RW-10)
2. Kang Hasan Munawar (Ketua DKM Al-Muhajirin)
3, Kang Isa (Juru Bayar RW-10)
4. Kang Sopro (Ahli Hukum siap bantu warga masalah hukum)
5. Kang Tisna (Ahli Hukum siap bantu masalah hukum ekonomi dan rumah tangga)
6. Kang Nana (Jurnalis Komdigi/Komunikasi Digital RW-10/Al-Muhajirin)
7. Kang Yopie (Koordinator Olahraga dan Generasi Muda)
8. Kang Ronny (Ketua RT-06)
9. Kang Randhi (Ketua RT-05)
10. Kang Irsan (Pemerhati Hukum Lingkungan/Fasum)
11. Kang Rusdi (Reporter Pengajian/Kajian Subuh)
12. Kang Muryono
13. Kang Suwandi
14. Kang Gingin
15. Kang Wagiman
16. Kang Saptono
17. Kang Usman (Saudara Kang Ronny).
Bagi komunitas goweser RW-10 Antapani yang keseluruhannya berjumlah 25 goweser ini, memang secara bergantian melakukan kegiatan rutin bersepeda setiap dua minggu sekali. Hal ini karena tumbuhnya kesadaran bahwa dengan berolahraga sepeda dipandang sebagai salah satu solusi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut 10 manfaat bersepeda bagi kesehatan.
Manfaat Bersepeda
Bersepeda secara rutin memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental, antara lain:
1. Menjaga kesehatan jantung dan paru-paru – Bersepeda meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan stroke.
2. Mengontrol berat badan – Membakar kalori secara efektif, membantu menurunkan dan menjaga berat badan ideal.
3. Memperkuat otot dan tulang – Melatih otot tungkai, paha, betis, serta memperbaiki kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis.
4. Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan – Latihan koordinasi tubuh yang baik, terutama untuk lansia agar terhindar dari jatuh.
5. Mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati – Memicu pelepasan endorfin yang membuat rileks dan bahagia, membantu mengatasi kecemasan atau depresi ringan.
6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh – Aktivitas sedang seperti bersepeda dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi.
7. Menjaga kesehatan sendi – Bersepeda termasuk olahraga low-impact sehingga aman bagi lutut dan sendi lainnya.
8. Membantu mengontrol gula darah – Aktivitas fisik ini meningkatkan sensitivitas insulin, baik untuk penderita diabetes tipe 2.
9. Meningkatkan kualitas tidur – Olahraga teratur membantu tidur lebih nyenyak dan cepat.
10. Melatih keseimbangan dan postur tubuh – Posisi bersepeda yang benar dapat melatih otot punggung dan perut.
Dengan bersepeda 20–30 menit per hari secara rutin, kita sudah bisa merasakan manfaat tersebut. Pastikan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan lampu jika bersepeda di malam hari.
Rute perjalanan
Manfaat Bersepeda
Bersepeda secara rutin memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental, antara lain:
1. Menjaga kesehatan jantung dan paru-paru – Bersepeda meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan stroke.
2. Mengontrol berat badan – Membakar kalori secara efektif, membantu menurunkan dan menjaga berat badan ideal.
3. Memperkuat otot dan tulang – Melatih otot tungkai, paha, betis, serta memperbaiki kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis.
4. Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan – Latihan koordinasi tubuh yang baik, terutama untuk lansia agar terhindar dari jatuh.
5. Mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati – Memicu pelepasan endorfin yang membuat rileks dan bahagia, membantu mengatasi kecemasan atau depresi ringan.
6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh – Aktivitas sedang seperti bersepeda dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi.
7. Menjaga kesehatan sendi – Bersepeda termasuk olahraga low-impact sehingga aman bagi lutut dan sendi lainnya.
8. Membantu mengontrol gula darah – Aktivitas fisik ini meningkatkan sensitivitas insulin, baik untuk penderita diabetes tipe 2.
9. Meningkatkan kualitas tidur – Olahraga teratur membantu tidur lebih nyenyak dan cepat.
10. Melatih keseimbangan dan postur tubuh – Posisi bersepeda yang benar dapat melatih otot punggung dan perut.
Dengan bersepeda 20–30 menit per hari secara rutin, kita sudah bisa merasakan manfaat tersebut. Pastikan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan lampu jika bersepeda di malam hari.
Rute perjalanan
Adapun rute perjalanan yang dilalui goweser merupakan rute baru, yakni start dari
Antapani - Jl. Jakarta - Jl. A. Yani - Jl. AA - Jl. HOS Cokroaminoto - Jl. Kesatrian - Jl. Arjuna - Jl. Bima - Jl. Pajajaran - Husen Sastranegara - (Kulliner di sekitaran Husen SN) - Kembali ke Jl. Pajajaran - Jl. Cicendo - Jl. Aceh - Jl. Labuan - Jl. A. Yani - Jl. Sangaji - Jl. Ters Jakarta - Antapani - Fisnish.
Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan lancar, sehat, selamat dan bahagia sampai ke rumahnya masing-masing.
Antapani - Jl. Jakarta - Jl. A. Yani - Jl. AA - Jl. HOS Cokroaminoto - Jl. Kesatrian - Jl. Arjuna - Jl. Bima - Jl. Pajajaran - Husen Sastranegara - (Kulliner di sekitaran Husen SN) - Kembali ke Jl. Pajajaran - Jl. Cicendo - Jl. Aceh - Jl. Labuan - Jl. A. Yani - Jl. Sangaji - Jl. Ters Jakarta - Antapani - Fisnish.
Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan lancar, sehat, selamat dan bahagia sampai ke rumahnya masing-masing.
(Nas/jurnalis/komdigi (komunikasi digital)/rw-10/almuhajirin-10/06/26)
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar